Rabu, 07 September 2011
Jangan Bingung Pulang Malam dari Jakarta ke Bogor
Anggap saja kita berada di suatu daerah di Jakarta. Berpikirlah tenang. Jangan bingung. Carilah bus kota, mikrolet atau angkot jurusan Pasar Rebo. Setibanya di Pasar Rebo, naik angkot jurusan Kampung Rambutan-Cibinong. Tarifnya 5 ribu rupiah. Rute yang dilalui adalah jalan Raya Bogor lewat Cibubur, Ciracas, Simpang Depok, Cisalak, Depok dan berakhir di Pasar Cibinong. Waktu yang ditempuh dalam keadaan normal sekitar satu jam perjalanan. Turun di pertigaan pasar Cibinong. Naiklah angkot jurusan Cibinong-Pasar Anyar (Bogor). Rute yang di lalui masih jalan raya Jakarta -Bogor melewati Cikaret, Nanggewer, Ciluar, POMAD, Kedung Halang, Warung Jambu, Jl. A Yani d/h Jalan Jakarta, Air Mancur (Jl. Sudirman), Bogor Permai, Jalan Sawojajar dan berakhir di Pasar Anyar. Waktu yang ditempuh dalam kondisi normal sekitar satu jam. Tarifnya 5 ribu juga. Nah, setiba di Bogor lanjutkan dengan angkot jurusan yang kita tuju. Biasanya hampir semua rute angkot di Kota Bogor beroperasi 24 jam. Kecuali rute tertentu, yang tidak memungkinkan angkot itu beroperasi.
Bila kita ada di sekitar Kota, carilah mikrolet jurusan Kota-Tanah Abang. Angkutan kota ini tersedia 24 jam. Tarifnya sekitar 4 ribu. Dari Tanah Abang, carilah angkot jurusan Tanah Abang-Kebayoran Lama. Tarifnya sekitar 4 ribu juga. Dari Kebayoran Lama, naik Mikrolet lagi jurusan Ciputat. Tarifnya sekitar 4 ribu lagi. Di Pasar Ciputat, naik angkot jurusan Parung. Tarifnya 5 ribu rupiah. Dari Parung, naik angkot jurusan Pasar Anyar (Bogor).Biasanya ada yang warna biru dan hijau. Rute yang dilewati pertigaan Arco, Telaga Kahuripan, pertigaan Tonjong, Semplak, pertigaan Salabenda, pertigaan ATS (ada monumen helikopter), pertigaan Yasmin, RS. Marzuki Machdi dan berakhir di Pasar Kebon Kembang. Tarifnya 5-6 ribu. Waktu yang diperlukan sekitar 1 jam lebih, tentu dalam kondisi normal.
Namun, bila kita berada lebih jauh. Misalnya, ada di Pelabuhan Merak-Banten. Bus jurusan Kampung Rambutan sudah tidak tersedia. Jangan linglung. Carilah bus jurusan Bandung via puncak, atau Sukabumi via Ciawi. Untuk tarif, untuk bus ekonomi dan AC berkisar 15-20 ribu. Turunlah di Ciawi. Lanjutkan perjalanan ke Bogor dan sekitarnya dengan angkot yang tersedia 24 jam. Terutama untuk jurusan Ciawi-Sukasari dan Ciawi-Puncak via Gadog.
Siapkan uang pecahan kecil, lebih bagus bila uang pas. Pada malam hari, peluang tindak kejahatan lebih besar, hindari tindakan yang mengundang tindak kejahatan. Bersikaplah tetap waspada.
Jadi, jangan bingung apalagi linglung bila dari Jakarta dan sekitarnya akan pulang ke Bogor kemalaman.
Senin, 05 September 2011
Serangan 'Monster' Malam Hari
HAMPIR sebagian wilayah ibu kota dan kota penyangganya memiliki sistem pembuangan yang buruk. Saluran pembuangan limbah rumah tangga malang melintang. Diperburuk dengan kebiasaan membuang sampah semaunya. Biasanya masyarakat dan aparat baru mau bergerak setelah jatuh korban. Korban nyamuk berdarah (DBD) misalnya.
Namun, setelah keadaan kembali normal, gerakan itu terhenti. Upaya segelintir warga nyaris tak berarti. Karena masalah menjadi sangat kompleks. Ini daerah kita. Daerah sebelah sana bukan wilayah kita.
Kita masih butuh pemimpin yang gila. Gila dalam melakukan terobosan-terobosan mengurai masalah krusial. Peka terhadap persoalan yang muncul. Bila perlu, langsung aksi memberikan keteladanan. Tidak puas hanya menerima laporan dari bawahan. Masyarakat akan lebih hormat pada aksi nyata, bukan hanya retorika.
Malam ini saja, sambil menulis, serangan bertubi datang dari nyamuk yang memiliki ’selang’ penghisap darah. Usut punya usut, saluran pembuangan air yang berada di sisi jalan tergenang karena macet. Macetnya karena beberapa penghuni atau pemilik usaha membuat jembatan terlalu pendek. Bahkan, di beberapa bagiannya ada yang mampet. Di bagian hulu, tak jarang saya melihat sampah menumpuk di dalam saluran air. Saya yakin, ada yang sengaja membuangnya.
Di sinilah nyamuk mengembangkan anak dan keturunannya. Berulang kali kami mencoba untuk memotong mata rantai kehidupannya. Menaburkan ikan lele dan belut dengan harapan ikan ini akan menyantap jentik nyamuk. Namun gagal. Mengangkat sampah yang mengapung serta mengangkat jentik dengan jaring-jaring juga sudah dicoba. Hasilnya, jentik memang berhasil diangkat sebagian. Namun, lagi-lagi gagal menghambat laju perkembangannya. Cara kami melindungi diri bila malam hari dengan sebagian badan tertutup. Nyaris hanya mata yang tetap kami biarkan terbuka.
Ingin sekali, serangan ini segera berakhir. Tapi dengan cara apa kami harus mengakhirinya. Karena berharap dari aparat pemerintah terlanjur luntur. Andai saja keseimbangan alam terjaga, kelelawar masih banyak. Kodok masih ada, mungkin serangan serangga bersayap ini tak akan sedahsyat malam lalu, malam ini dan malam-malam yang akan datang.
Adakah ide serta saran dari teman-teman, agar kembang biak nyamuk ini bisa dihambat? Kami tunggu!
Selasa, 14 Desember 2010
Sanggupkah Kita?
"Pak, mau ke depan? Ayo Bareng!"Aku memberanikan diri menawarinya tumpangan.
"Boleh" Jawabnya singkat. Rintik hujan makin menambah suasana menjadi dingin.
"Bapak mau kemana?" Tanyaku sedikit menyelidik.
"Mau naik angkot" Jawabnya masih singkat.
Maklum sisi barat lapangan terbang jalannya terhubung dengan jalan raya yang dilewati angkutan perkotaan jurusan Parung-Lebak Bulus (pp), Lebak Bulus-Pamulang (pp). Aku berpikir Bapak itu akan naik jurusan Pamulang atau Lebak Bulus.
"Bapak mau kemana?" Tanyaku lagi.
"Saya mau naik angkot jurusan parung" jawabnya lagi.
"Wah, kalau begitu bareng saja Pak, saya mau pulang ke Bogor juga" Kataku .
"Saya tinggal di sekitar jalan baru" Aku semakin menerocos.
"Kebetulan, saya juga pulang ke Bogor. Saya tinggal di Bantar Kambing" Sahutnya.
"Saya antar Bapak sampai Rumah Sakit Atang Sanjaya, kebetulan sekali, saya akan mampir kerumah teman di belakang rumah sakit" Jawabku bersemangat.
Rasanya ini semua serba kebetulan. Aku pun makin riang. Semoga saja, ajakanku berbuah kebaikan.
Aku tahu, ini beresiko. Pertama, aku membonceng orang tanpa helm. Jika ada hal-hal yang tak terduga aku salah. Kedua, aku membonceng orang yang belum sama sekali aku kenal. Bila orang itu jahat, akan mudah sekali memperdayaku.
Perjalanan malam itu sangat dingin, sepanjang jalan di iringi gerimis.
"Bapak tak mengapa naik motor sambil hujan seperti ini?" Tanyaku memastikan diri.
"Nggak apa-apa" Jawabanya.
"Baik, kalau begitu saya jalan pelan-pelan saja ya pak!" kataku.
Satu jam lebih kami menyusuri jalan, selama itu pula kami larut dalam pembicaraan.
Akhirnya, saya tahu sosok Bapak itu. Namanya Pak Maman. Umurnya sekitar 45 tahun. Sehari-hari berjihad demi keluarga dengan berjualan singkong di sekitar Pondok Cabe. Pulang ke Bogor 3-4 hari sekali, tergantung dari hasil berjualan. Selama berjualan ia tinggal bersama seorang kakek yang di kenalnya dijalan. Tinggalnya di sekitar empang tak jauh dari tempat ia berjualan. Tujuh bulan lalu istrinya meninggal karena sakit. Ia memiliki empat orang anak. Sulung berusia tiga belas tahun, kedua sepuluh tahun, ketiga tujuh tahun dan bungsu baru empat tahun.
"Kalau bapak jarang pulang siapa yang mengurus anak-anak?" Tanyaku penasaran.
"Ya yang paling besar mengurus adik-adiknya. Kalau si sulung sekolah mereka dititipkan ke tetangga dan kerabat" Jelasnya.
Berat rasanya aku manarik nafas mendengar Pak Maman bercerita. Sambil mengendarai 'kuda jepang', tak terasa mataku berkaca-kaca. Aku membayangkan, aku adalah Pak Maman atau aku menjadi anak Pak Maman.
Ia menceritakan, saat ia pulang anak-anak riang tak terkira.Bukan karena dibawakan oleh-oleh mainan atau jajanan, namun karena sosok ayah yang mereka rindukan jarang pulang. Terlebih sejak sang Ibu telah tiada. Saat Pak Maman di rumah, anak yang paling besar di berikan waktu lebih untuk sekedar bermain bersama teman sebaya. Dua hari di rumah cukup bagi Pak Maman. Saat paling berat tiba saat ia harus berpisah sementara dengan anak-anak. Sering kali Pak Maman harus pergi saat ke-empat anaknya tertidur pulas, karena bila tahu bapaknya pergi mereka akan menangis. Kadang itu yang membuatnya agak berat. "Namun harus bagaimana lagi? Hidup harus terus jalan kan?" Kata Pak Maman lirih.
Tak terasa, perjalanan kami harus berakhir.
"Maaf Pak, saya hanya bisa antar bapak sampai disini. Semoga Bapak dan anak-anak ikhlas, tabah menerima ini semua. Semoga saat anak-anak besar nanti mereka mendapatkan kemuliaan dan dapat mengangkat derajat keluarga" Kataku sambil berjabat tangan.
"Amin. Terima kasih atas tumpangan dan do'anya, kalau lewat Pondok Cabe mampir ya? Kita bisa ngobrol lagi." Jawabnya tegar. Kami berpisah masih dalam suasana gerimis.
.......
Andai a ... a ... a ... aku jadi orang kaya ...
Teringat sepotong lirik lagu Ophie Andaresta.
.......
Ingin sekali aku bisa mendukung dan menyantuni orang-orang seperti sosok Pak Maman yang berjihad bagi tegaknya keluarga. Bagi yang di dera persoalan hidup, tak benar bila beban hidup yang berat hanya miliknya saja. Semua orang merasakan dengan cara dan kadar berbeda.
Aku bersyukur bisa bertemu dan berinteraksi dengan sosok Pak Maman. Aku harus lebih bersyukur atas apa yang aku rasakan saat ini. Aku masih bisa berkumpul dengan keluarga, dan masih lengkap.
Kamis, 27 Mei 2010
LIBURAN SEKOLAH
libur tiba, hore, hore
tinggalkan tas dan bukumu
lupakan keluh kesahmu
libur telah tiba
libur telah tiba
hatiku gembira ...
Beberapa penggal syair lagu Tasya bernada riang menyambut datangya liburan anak-anak
sekolah. Liburan panjang anak-anak sekolah menjadi waktu yang di nanti, terlebih bagi
anak-anak yang tinggal di kota. Kesehariannya padat dengan jadwal belajar di sekolah, les
mata pelajaran tertentu, ekstrakurikuler, ngaji. Waktu bermain atau jeda Waktu untuk
melupakan rutinitas yang berbau belajar bisa dikatakan sangat sedikit. Mungkin karena jenuh
dengan kegiatan yang rutin, liburan menjadi saat yang tepat untuk menyegarkan kembali.
Orang tua yang bijaksana-bijaksini akan mengajak diskusi anak-anaknya, kemana tujuan liburan. Tentu saja liburan yang menyegarkan, menyenangkan, menambah pengetahuan, mengasah kepedulian pada lingkungan sekitar. Syukur bila liburan itu tak membutuhkan biaya yang besar. Wisata bernuansa 'jadul' yang jarang di jumpai oleh anak-anak di kota, misal mengunjungi wisata pertanian. Anak-anak di ajak ke suatu tempat yang masih banyak aktifitas membajak sawah menggunakan kerbau, bercocok tanam padi bahkan mungkin memandikan kerbau. Anak-anak di libatkan dalam semua aktifitas walau tidak sampai selesai, namun anak-anak akan paham. Bagaimana seorang petani mengolah sawah, membajak sawah, menanam padi. Suatu pilihan pekerjaan yang cukup berat untuk ukuran orang kota. Tentu kita berharap setelah anak-anak ikut, melihat dan merasakan akan menambah pengetahuan dini bagaimana proses menanam padi.
Yang tak kalah dahsyat, anak-anak akan memiliki kepedulian dan menghargai setiap butir demi
butir nasi yang dimakan. Bagaimana bila sebelum tahu proses menanam padi, anak-anak makan nasi sering tak habis. Nasi menjadi sisa dan sia-sia. Sesudah tahu proses menanam padi, anak-anak menjadi lahap makan nasi dan tak pernah tersisa. Untuk mencari daerah-daerah yang masih banyak kegiatan pertanian padi, bisa mengontak teman-teman yang aktif di dunia pertanian atau berbagi info di milist. Pasti, bila ada yang tahu akan dengan senang membantu.
Atau, bagaimana jika kita sendiri berasal dari daerah yang masih banyak sawah, anak-anak di ajak pulang kampung, sekalian liburan. Wahhh ... anak-anak pasti akan senang.
Tips:
Jika ke kampung halaman sendiri lebih fleksibel, berbeda bila ke kampung atau daerah yang
belum pernah kita kunjungi:
Pastikan ada kontak yang bisa di hubungi. Bila harus menginap, apakah anak-anak bisa tinggal
bersama keluarga yang di kontak, karena di kampung jarang ada penginapan. Bawa obat-obatan P3K, pakaian ganti secukupnya, sabun, shampoo, sikat gigi, pasta gigi, selimut, jaket hangat. Jaringan komunikasi, pastikan kartu anda bisa menerima dan melakukan panggilan keluar, karena masih ada beberapa daerah tertentu untuk kartu tertentu yang masih blankspot. Tanyakan pada kontak di sana, kartu apa yang bisa aktif.
Pastikan bahwa anak-anak akan menikmati liburan ini.
Selamat berlibur... hore ... hore ... horeeeeee
Rabu, 26 Mei 2010
Jumat, 21 Mei 2010
Permen antara enak dan tidak enaknya
Rasa permen yang manis dengan berbagai bentuk yang menggemaskan dan warna-warni menggiurkan ini membuatnya disukai hampir setiap orang. Permen juga tak sulit dicari mulai warung pinggir jalan, toko, sampai supermarket menjualnya.
Secara keseluruhan permen dibedakan menjadi dua jenis yang teksurnya keras atau hard candy dan yang teksturnya lunak atau soft candy. Permen lunak ini teksturnya lunak sehingga cocok dikunyah-kunyah sambil melakukan aktivitas lain. Sedangkan permen keras rasanya lebih manis dan berkalori tinggi, cara mengkonsumsinya dengan menghisap-hisap permen hingga habis.
Persaingan dagang membuat jenis dan tampilan permen banyak mengalami perkembangan. Permen pun kini hadir dengan aksesoris, bentuk, warna, rasa dan kemasan yang trendy agar konsumen lebih tertarik membeli. Di satu sisi kondisi ini sangat menguntungkan, selain lebih banyak pilihan dan harga pun menjadi relatif murah.
Namun di sisi lain, konsumen juga dituntut kewaspadaannya untuk bisa memilih permen yang baik. Bukan tidak mungkin, salah satu atau beberapa permen yang beredar memiliki efek negatif terhadap kesehatan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan zat kimia tambahan. Bagi konsumen muslim, masalah yang tidak kalah pentingnya adalah sejauh mana permen yang beredar tersebut memiliki kriteria kehalalan sesuai dengan syariat Islam.
Melihat dari asal bahannya, ada beberapa titik kritis yang bisa dicurigai sebagai biang keladi keharaman permen. Pada jenis permen keras, kemungkinan tidak halalnya relatif lebih kecil. Bahan yang patut diwaspadai adalah jenis gula dan flavor yang digunakan.
Gula adalah bahan utama pembuatan permen yang biasanya terbuat dari glukosa atau sukrosa. Gula dari jenis gula putih (refined sugar) bisa jadi haram jika melalui proses penyaringan menggunakan karbon aktif yang berasal dari tulang hewan yang haram. Walaupun secara teori bisa berasal dari kayu atau tempurung kelapa. S
Bahan tambahan lainnya untuk pembuatan permen adalah air, bahan pewarna, dan bahan perasa (flavor). Khusus untuk soft candy biasanya ditambahkan pati atau pati termodifikasi (modified starch) untuk membentuk tekstur yang lebih halus dan lembut, biasanya juga ditambahkan pelembut.
Untuk permen rasa melon, mangga atau rasa buah-buahan lainnya, mungkin didalamnya tidak pernah ditemukan unsur yang berasal dari buah-buahan segar. Sebab rasa tersebut berasal dari bahan kimia yang disintesa mirip dengan rasa tersebut atau ekstraksi dari bahan-bahan alami yang telah mengalami percampuran dengan bahan-bahan lain. Dalam hal ini yang perlu mendapat perhatian adalah pelarut dan bahan lain yang bisa juga berstatus syubhat.
Pelarut yang sering digunakan adalah alkohol. Jika alkohol yang digunakan berasal dari turunan minuman keras, maka statusnya menjadi haram dan najis. Jika alcohol teknis, jangan sampai terdeteksi pada produk akhir. Jika menggunakan pelarut lain harus dipastikan bukan berasal dari bahan yang haram.
Khusus untuk permen lunak atau soft candy, bahan pelunak dan pelembut yang digunakan biasanya adalah gelatin. Gelatin yang paling baik dan murah terbuat dari kulit babi. Sampai saat ini gelatin yang beredar di pasar, masih sedikit yang bersertifikat halal. Oleh karena itu ada kemungkinan permen lunak yang sering kita makan sehari-hari mengandung gelatin babi.
Nah, untuk lebih aman saat membeli permen jangan lupa memperhatikan apakah tercantum logo halal dari LPPOM MUI sebagai referensi atau tidak. Sebab permen yang enak bukan hanya yang manis namun juga halal!
(Sumber LPPOM MUI)
Selasa, 11 Mei 2010
Sungai Pinggir dan Tengah Kota
Pasti secara umum, sungai yang melintasi pinggir dan tengah kota sudah seperti itu.
Perhatikan dengan seksama :
Bila kita bepergian dari Bogor ke Jakarta lewat jalan raya Bogor, kita akan mendapatkan penampakan sungai yang melintas disisi timur jalan raya Bogor mulai dari Cibinong sampai Depok ada beberapa bagian yang mulai longsor, mungkin pinggir jalan yang langsung berbatasan dengan sungai terlalu berat menahan beban jalan, hingga sang bibir longsor perlahan.
Sampah rumah tangga menjumpuk di beberapa titik pembuangan.Plastik bekas kantung belanja yang penuh dengan sampah rumah tangga, styrofoam yang mengambang di bawa aliran sungai.
Warna air yang tak jernih lagi dan berbau menyengat karena pabrik membuang langsung limbah produksi tanpa dilakukan treatment dahulu.
Pun dengan sungai yang melintas di sebelah barat akses jalan dari Cibuluh sampai cilebut. Titik pembuangan sampah 'liar' berpuluh jumlahnya, beberapa bagian jalan longsor karena terlalu berat menahan beban kendaraan, sampah plastik dan styrofoam mengambang. Tiap hari, tak perduli musim kemarau atau musim hujan. Seolah sungai-sungai yang melintas bak tempat sampah yang tak akan pernah penuh.Sebuah anggapan dan anggapan yang tentu saja memprihatinkan.
Kondisi ini berlanjut sampai sungai yang melintas di bagian barat jalan, kemudian sungai berpindah ke timur jalan raya dan rel kereta, sungai dangkal, sampah bercampur lumpur, tumpukan sampah puluhan titik jumlahnya.
Tak heran jika pintu air manggarai yang menjadi semacam pintu ijin masuk air ke kota Jakarta juga penuh dengan 'oleh-oleh' dari hulu.
Sungai Kalimalang, sama saja. Kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah sembarangan sebagai akibat minim dan kewalahannya armada pengangkut.
Itu baru sungai-sungai yang melintas di pinggiran kota, bagaimana dengan sungai yang membelah di tengah kota Jakarta. Sama saja. Sungai yang melintas di Menteng pun dangkal penuh dengan sampah.
Andai, pengolahan sampah modern berdiri di beberapa tempat di pinggiran kota, armada pengangkut sampah cukup dan layak, kesejahteraan tenaga honorer dinas kebersihan terjamin, kampanye bahayanya akibat buang sampah sembarangan tiada bosan di sampaikan, sangsi hukum tegas bagi yang membuah sampah dan limbah di terapkan, sungai pasti bersih ...
Wahh ... kapan sungai yang melintas di pinggir dan tengah kota bersih ya?
Bagaimana menurut anda?
Kamis, 06 Mei 2010
Tip dan Trik Pencarian di Google
Secara umum, jenis pencarian di Google ada dua: Basic Search dan Advanced Search. Basic Search adalah fitur pencarian yang sudah biasa kita gunakan yaitu ketika mengakses langsung google.com.
Sedangkan Advanced Search menyediakan berbagai pilihan fitur pencarian baik untuk operator dasar, file format yang ingin kita cari, bahasa, region, dsb.
Sebenarnya masih sangat banyak fitur pencarian yang bisa kita gunakan, tapi tidak terdapat di menu pilihan Advanced Search. Dengan kata lain kita harus memasukannya query di form pencarian di Basic Search langsung. Nah permainan query dan operator pencarian ini yang sebenarnya akan kita bahas di artikel ini.
FITUR PENCARIAN DASAR
1. AND: Mencari informasi yang mengandung kedua kata yang dicari. Bisa menggunakan salah satu dari tiga alternatif berikut: ukiran jepara ukiran AND jepara ukiran+jepara
2. OR: Mencari informasi yang mengandung salah satu dari kedua kata. Bisa menggunakan salah satu dari dua alternatif berikut: tahu OR tempe tahu | tempe
3. FRASE: Mencari informasi yang mengandung frase yang dicari dengan menggunakan tanda “”. Contoh: “perangkat lunak”
4. NOT: Hasil pencarian mengandung kata yang di depan, tapi tidak yang dibelakang minus (-). Contoh di bawah akan mencari informasi yang mengandung kata ikan tapi bukan bandeng. ikan -bandeng
5. SINONIM (~): Mencari kata beserta sinonim-sinonimnya. Contoh di bawah akan membawa hasil pencarian: kendaraan (car) dan sinonim-sinonimnya. ~car
6. ASTERIK (*): Karakter pengganti kata. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat bisa: ayam bakar pedas, ayam goreng pedas, ayam masak pedas, dsb ayam * pedas
7. TANDA TITIK (.): Karakter pengganti huruf, angka dan karakter tunggal. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat bisa: kopi, koki, kodi, dsb ko.i
8. CASE INSENSITIVE: Pencarian di Google menganggap kapital dan bukan kapital sebagai sesuatu yang sama. Jadi, romi satria wahono, Romi Satria Wahono, atau RoMi SaTrIA waHoNo akan membawa hasil pencarian yang sama
9. PENGABAIAN KATA: Google mengabaikan keyword berupa karakter tunggal dan kata-kata berikut: a, about, an, and, are, as, at, b, by, from, how, i , in, is, it, of, on, or, that, the, this, to, we, what, when, where, which, with. Apabila kita masih tetap menginginkan pencarian kata tersebut, bisa dengan menggunakan karakter + di depan kata yang dicari (contoh: Star Wars Episode +I), atau bisa juga dengan menganggapnya sebagai frase (contoh: “Star Wars Episode I”)
10. I’M FEELING LUCKY: Akan membawa kita langsung menuju ke hasil pencarian pertama dari query kita
FITUR PENCARIAN LANJUT
1. DEFINE: Mencari definisi dari sebuah terminologi. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat adalah berbagai definisi tentang e-learning dari berbagai sumber define:e-learning
2. CACHE: Menampilkan situs web yang telah diindeks oleh Google meskipun sudah tidak aktif lagi. Contoh di bawah akan menghasilkan pencarian kata php pada situs ilmukomputer.com yang ada di indeks Google. cache:ilmukomputer.com php
3. LINK: Menampilkan daftar link yang mengarah ke sebuah situs. Contoh di bawah akan menampilkan daftar link yang mengarah ke situs ilmukomputer.com link:ilmukomputer.com
4. RELATED: Menampilkan daftar situs yang serupa, mirip atau memiliki hubungan dengan suatu situs related:romisatriawahono.net
5. INFO: Menampilkan informasi yang Google ketahui tentang sebuah situs info:romisatriawahono.net
6. SITE: Menampilkan pencarian khusus di suatu situs yang ditunjuk java site:ilmukomputer.com
7. FILETYPE: Menampilkan hasil pencarian berupa suatu jenis (ekstensi) file tertentu. Jenis file yang bisa dicari adalah: doc, xls, rtf, swf, ps, lwp, wri, ppt, pdf, mdb, txt, dsb. Contoh di bawah akan menampilkan hasil pencarian berupa file PDF yang mengandung keyword software engineering software engineering filetype:pdf
8. ALLINTITLE: Menampilkan seluruh kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan menghasilkan halaman yang memiliki title java programming. allintitle ini tidak dapat digabungkan dengan operator (sintaks) lain. Gunakan intitle untuk keperluan itu. allintitle:java programming
9. INTITLE: Menampilkan satu kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan menghasilkan halaman yang memiliki title java dan isi halaman yang mengandung kata enterprise intitle:java enterprise
10. ALLINURL: Menampilkan seluruh kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan daftar URL yang mengandung kata java dan programming. allinurl ini tidak dapat digabungkan dengan operator (sintaks) lain. Gunakan inurl untuk keperluan itu. allinurl:java programming
11. INURL: Menampilkan satu kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan daftar URL yang mengandung kata java dan isi halaman yang mengandung kata enterprise inurl:java enterprise
Pencarian yang kita lakukan akan semakin efektif apabila kita mencoba menggabungkan beberapa operator baik yang ada di fitur pencarian dasar maupun lanjut. Misalnya, kita ingin mencari file-file PDF yang ada di situs http://www.pdii.lipi.go.id/. Maka kita gabungkan dua operator menjadi: filetype:pdf site:www.pdii.lipi.go.id.
(sumber: ilmukomputer.org)
Rabu, 05 Mei 2010
Ingin Menerbitkan Buku?
Jika di cermati, di toko buku banyak karya yang di terbitkan berawal dari ngeblog. Ternyata karena di blog sering di kunjungi ‘tamu-tamu’ mulai timbul gagasan, kenapa gak diterbitkan tulisan-tulisan itu?
Beberapa hal yang perlu di perhatikan, bila kita akan menerbitkan sebuah buku.
1. Jenis Buku/ Naskah
Ribuan jenis buku beredar di toko buku sesuai dengan kompetensi setiap penulis.
2. Bahan isi dan bahan kulit sampul
3. Desain dan bahan sampul.
menjadi penting karena tampilan yang menarik akan menggelitik ‘pemburu’ ilmu. Namun, yang tak kalah seru untuk dipertimbangkan apakah akan di finishing dengan sentuhan tekhnologi yang lebih tinggi? Tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap harga jual ke pembaca.
Bahan kertas isi sangat beragam, dari kertas koran yang murah sampai bahan kertas yang mahal tersedia di toko bahan kertas percetakan. Semakin murah atau semakin mahal akan mempengaruhi harga jual ke pembaca.
4. Tata letak
Menjadi sangat penting ketika kita akan menulis buku, tipe huruf apa yang cocok?
5. Editing
Proses editing di setiap dunia tulis menulis menjadi sangat penting untuk menghindari salah ketik, salah eja bahkan istilah.
6. Dummy
Contoh bentuk buku jadi yang di jadikan pedoman bagian percetakan. Juga bisa menjadi pedoman keluhan penerbit bila hasil cetakan tak sesuai.
7. Cetak
Sebaiknya kita tahu betul proses cetak buku di percetakan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, misalnya order cetak dari penerbit limaribu eksemplar, namun bila penerbit nakal di naikkan. Selisihnya di lempar ke pasar gelap.
Pilihan menerbitkan buku
Diterbitkan sendiri, artinya semua proses dari menyiapkan naskah sampai cetak dikerjakan sendiri. Untuk urusan distribusi, bisa kita kerjakan sendiri. Tentu, hal ini akan menyita banyak waktu dan tenaga, selain juga materi.
Ada juga cara lain yang agar buku kita bisa tetap terbit. Yaitu, kita tawarkan naskah itu ke penerbit. Bila naskah itu di terima dan diterbitkan kita mendapakan hak royalti dari setiap buku yang terjual. Besarnya royalti penulis ini berkisar 7-10% dari harga jual buku. Bayangkan, bila kita menjadi penulis yang produktif, rata-rata 7 judul buku diterbitkan setiap tahun. Masing-masing judul di cetak ulang alias laku keras. Bulan ke-empat/ lima, kita akan menerima pembayaran royalti yang di kirim penerbit ke rekening bank kita. Selama buku-buku kita masih terus terjual, selama itu pula kita akan menerima royalti sejumlah buku yang laku.
Jual putus atas naskah. Kita jual naskah ini ke penerbit dengan nilai tertentu, semakin bagus akan semakin mahal pula.
Atau, ada cara yang ini. Kita punya gagasan, kita paham betul gagasan itu. Cari penulis handal yang telah banyak menulis buku. Akan ada wawancara untuk menggali gagasan itu menjadi naskah hingga siap menjadi sebuah buku. Setelah buku terbit, dan laku terjual, royalti untuk penulis di bagi 50%-50%. Sebagai contoh, saya sebagai pemilik gagasan/ ide, anda penulisnya. Terbitlah sebuah buku dengan harga jual duapuluh ribu rupih. Royalti 10% dari harga jual untuk penulis di bagi 2. Saya mendapat seribu rupiah, anda seribu rupiah. Bila buku tersebut di cetak lima ribu eksemplar dan habis terjual bahkan sampai cetak ulang, berapa banyak uang yang didapat. Bingung menghitungnya!
Waduhh ... jadi pengin nulis neh, tapi apa yang mau di tulis? Lha nulis saja jarang ... Jangan berkecil hati, banyak penulis buku best seller dunia yang di awali dengan susah payah.
Mario Puzo penulis The Godfather, sebelum menjadi penulis terkenal hampir mati karena sakit kandung empedu. Bahkan untuk membelikan sepatu anaknya, ia harus meminjam uang dari kakaknya. Namun, setelah buku-bukunya laku dan di film-kan, dia tersenyum puas dan berkata “di belakang keberuntungan ada kerja keras”.
Juga dengan JK. Rowling yang menjadi pengarang bestsellers secara ‘tak sengaja’. Kebiasaan bercerita kepada anak-anak, melambungkan imajinasinya hingga bisa menjadikan khayalan manjadi sebuah cerita ‘dahsyat’ yang disukai anak-anak, orang dewasa bahkan orang tua lewat Harry Potter. Buku seri Harry Potter pertama sampai ke-tujuh laris bak kacang goreng, bahkan pembaca berebut untuk bisa menjadi pembeli pertama dengan rela antri sampai harus menginap di depan toko buku.
Pun dengan penulis yang di juluki ratu kriminal Agatha Christie. Saat masih remaja di ejek oleh kakaknya, dia tak akan bisa menjadi penulis. Tapi apa yang terjadi? Dia bisa buktikan pada kakaknya dia menjadi penulis novel dengan 85 judul selama hidupnya dengan oplag 2 milyard eksemplar. Buku-bukunya telah di alih bahasa ke dalam 103 dialek. Lebih dari 14 judl telah di filmkan.
Hahhhh? Indonesia dengan kriminal tinggi, mungkinkah ada penulis yang bisa mengekor kesuksesannya?
Jangan-jangan Andalah orangnya ...
Selasa, 04 Mei 2010
Menikmati Kopi Tubruk

Aku termasuk penggemar kopi. Sajian yang paling sering aku nikmati kopi tubruk hitam. Ragam merek tak menjadi soal. "Yang penting kopi kopi hitam, bung!" Kata sebuah ajakan iklan. Entah karena apa dan sejak kapan aku mulai menggemarinya. Aku tak mampu mengingatnya kembali. Bila tak ngopi barang satu kali dalam sehari, seperti ada yang hilang. Ahhh ... itu kan hanya perasaanku saja.
Anganku langsung melambung jauh ke delapan belas tahun silam. Sebuah merek kopi lokal di kota asalku, Purworejo. Kopi cap Munthu, kemasan kopi dengan kertas sampul buku warna coklat. Aku sering melihat kerabat dan tetangga menyeduh saat 'sambatan'.
****
Waktu paling nikmat ngopi bagiku pagi hari, sekitar jam delapan. Ngopi sambil menggali gagasan dan diskusi kecil dengan teman sekantor. Di kantor biasa minum kapal api. Sruputtttt ... Hemmm ... Nikmat!
Oh ya, di Bogor ada dua jenis kopi yang sering aku nikmati. Kopi cap Piala, Kopi Liong Bulan. Masing-masing sangat mudah di beli di warung-warung di sekitar rumah tinggalku. Harga cukup seribu perak.
Tips mendapatkan aroma dan cita rasa kopi tubruk enak :
1. Beli kopi hitam yang kita sukai,
2. Masak air sampai betul-betul mendidih,
3. Celupkan mug/ gelas bergagang ke dalam air mendidih sekitar sepuluh detik, angkat dan tiriskan.
4. Masukan kopi dalam mug/ gelas,
5. Tambah gula secukupnya bila kurang manis,
6. Seduh dengan air yang benar-benar mendidih, aduk hingga merata,tutup dengan rapat,
7. Sajikan.
Selamat menikmati kopi dan gali ide gila.
Kamis, 29 April 2010
Terminal Damri Bogor
Terletak di jalan Pajajaran Kota Bogor, antara gedung alumni IPB dan Botani Square. Juga dekat dengan terminal bis Baranangsiang. Mudah di jangkau dari arah Kota dan Kabupaten Bogor.
Di terminal Damri setidaknya ada dua jurusan yang di layani. Jurusan Bandara Soekarno Hatta dan Lampung.
Pengalaman yang bisa saya bagi dengan anda, saya pernah berangkat dari terminal ini jam 03.00 dini hari. Pukul 02.00 saja sudah mulai ada penumpang yang datang dan menanti keberangkatan yang pertama. Saat itu hari senin, sehingga sebelum jam 03.00 semua seat telah terisi. Namun jangan kecewa, interval keberangkatan normal setengah jam.
Jelas, bagi masyarakat dengan adanya layanan ini menghemat biaya perjalanan ke bandara. Cukup dengan 3 lembar sepuluh ribu anda bisa duduk santai. Bandingkan bila anda ke bandara dengan :
1. Kendaraan pribadi, berapa liter bensin yang anda habiskan, berapa rupiah yang anda keluarkan untuk tol dan parkir? Pasti lebih dari Rp 150.000,-
2. Taksi/ Rental Pasti tak kurang dari Rp 300.000,-
3. Kendaraan umum lainnya, anda harus turun naik di jalan karena harus berganti kendaraan.
Hemat kan?
Oh ya, jika anda ingin santai sejenak mampirlah di Kafe Telapak. Di sini anda dapat menikmati hidangan kopi dan hotspot. Kopi yang di sajikan sangat beragama dan tentu saja tempatnya nyaman.
Sabtu, 19 Desember 2009
Tersenyum
Sepotong lagu Koes Ploes yang sempat melegenda pada tahun 1980 (kalo tak luput) masih terngiang di anganku.
Smile For Me ...
Juga menjadi salah satu judul lagu mancanegara yang 'jadul' saat ini, namun masih sangat enak di nikmati hingga kini.
Tersenyum ...
Mahluk apa gerangan, bila kini sulit di jumpai.
Coba, perhatikan bila anda di rumah, di jalan, di pasar atau di kantor. Mahluk ini menjadi barang langka. Bila di pasar, tukang jualan pun akan sangat cuek bahkan 'juthek' kata anak muda sekarang.
Pakar Marketing, mengatakan tersenyum menjadi salah satu hal wajib yang di lakukan oleh tenaga pemasar, karena bila tenaga pemasar itu tidak melakukan itu, bisa-bisa calon pelanggan bakal kabur.
Bagaimana menurut anda?
Kamis, 08 Januari 2009
Liburan di Kota Bogor
Jika anda ingin berlibur di Kota Bogor, mampirlah di beberapa tempat yang sering di kunjungi wisatawan. Tempat-tempat tersebut antara lain.
Kebun Raya Bogor dan Musium Zoologi, sangat mudah di jangkau dari terminal bis Baranangsiang. Bila ingin santai jalan kaki, melewati Tugu Kujang ke arah barat. Dapat masuk lewat pintu utama. Atau, naik delman bersama putra-putri anda. Namun bila membawa kendaraan pribadi atau bis rombongan anda dapat parkir di sekitar jalan Juanda (dekat Bank BNI 46).
Namun bila anda naik kereta, lanjutkan dengan naik angkot 03 jurusan Bubulak-Baranangsiang dengan tarif Rp 2.500,-.
Boleh juga dengan kendaraan roda dua. Bila anda dari Jakarta dapat melalui sisi timur. Rutenya Cawang-UKI-Kramatjati-Pasar Rebo-Cibinong-Kedunghalang-Warung Jambu-Kebun Raya. Waktu tempuh jalan santai dari UKI sekitar 90 menit. Rute tengah Pancoran-Pasar Minggu-Depok-Citayam-Bojonggede-Karadenan-Kedunghalang-Warung Jambu-Kebun Raya. Waktu tempuh bisa 2 jam atau bahkan lebih, karena jalan persimpangan dan lampu merah. Setelah masuk Citayam jalan sempit dan ekstra hati-hati karena jalan tak semulum sisi timur atau barat. Bila dari sisi barat Jalan Panjang (Kebun Jeruk-Permata Hijau-Arteri Pondok Indah-Lebak Bulus-Pondok Cabe-Bojongsari (Sawangan)-Parung-Jalan Baru (Sholeh Iskandar-Kedung Halang-Warung Jambu-Kebun Raya. Parkir kendaraan di Pangrango Plaza, atau di sekitar kampus IPB Baranangsiang. Waktu tempuh dari jalan panjang (Indovision) sekitar 2 jam. Setelah Pondok Cabe anda sampai pertigaan Yasmin, Bogor hanya akan melewati satu kali lampu merah di Gaplek.
The Jungle, magnet wisata 'terbesar' di kaki gunung Salak ini, layak di jadikan pilihan, bila anda ingin wisata air seperti di Ancol.
Bagi anda penggila fashion tengoklah Wisata Tas & Sepatu Katulampa. Jenisnya sangat beragam, kualitas dan harga dapat dapat di jadikan alasan.
Bila 'baterai' anda low bat, mampirlah di tempat wisata kuliner di kota ini yang kaya ragam dan kaya harga.
Selamat berkunjung di Kota Bogor ...
Minggu, 14 Desember 2008
Gelandangan dan Pengemis
Bursa koran yang sudah mulai menggeliat sejak pukul 02.00 dini hari.
Keseharianku yang menuntut harus menyambangi lokasi ini untuk mempersiapkan koran yang akan di antar ke pelanggan membuatku tak bisa menolak pemandangan aneh. Beberapa titik emperan pertokoan di jalan ini menjadi tempat untuk tidur. Hanya beralaskan kertas koran, karung plastik atau bahkan tanpa alas sama sekali. Mereka meringkuk dengan nikmatnya melepas lelah.
Kupertajam pandanganku pada beberapa sosok yang sedang tidur. Semuanya dari kaki hitam, muka cemong, rambut awut-awutan. Ada yang bergerombol 2-4 anak, ada yang menyendiri.
Sejenak kutangkap pandangan salah satu dari mereka dengan seksama... Ada anak umur 6 tahun, seumuran dengan anakku yang kedua. Betapa berdosanya orang tua yang dengfan sengaja menelantarkan 'amanah' dari Sang Pencipta.
Sungguh keadaan yang membuat pewaris 'penerus bangsa' ini harus seperti ini.
Sejenak kubenamkan lamunanku dalam tidurnya. Andai Aku jadi mereka..., sungguh sebuah kisah berat yang tak pernah kubayangkan. Dimana Ibu dan Bapaknya? Dari mana asal mereka? Tiadakah yang pedulikan mereka? Atau..... ini sengaja di kondisikan oleh orang tertentu dengan maksud tertentu... Aku tak kuasa untuk mencoba mengerti apa sebenarnya yang terjadi.
Betapa dingin rasa udara yang ada di sekelilingnya. Pastilah mereka juga rasakan itu, atau jangan-jangan sudah kebal?
Ku coba untuk memahami sebenarnya apa yang membuat mereka terjebak. Jika pun boleh memmilih, pasti dia tidak ingin hidup 'liar'.
Terngiang dalam ingatanku waktu masih sekolah. Dalam UUD 45 ada pasal yang berbunyi
'FAKIR MISKIN DAN ANAK TERLANTAR DI PELIHARA OLEH NEGARA'.
Di mana nyambungnya? Apa yang salah?
Sungguh ironis sebuah negara besar, kaya dengan sumber daya alam, sumber daya manusia tapi masih menelantarkan warganya.
Alih-alih untuk orang gelandangan, untuk dirinya dan keluarga jangan-jangan masih kurang terus...
Hai penguasa negeri ini, lihatlah dan perhatikanlah mereka.
Jumat, 12 Desember 2008
HAPE
Jika Anda setiap hari bepergian baik ke kantor, antar jemput anak sekolah, ke pasar deelel, pasti akan banyak menemui hal-hal yang menjengkelkan. Salah satunya adalah perilaku pengguna jalan.
Yang membawa kendaraan roda empat atau lebih sering menggunakan telepon seluler. Kadang untuk menerima telepon atau malah menerima, membaca dan membalas SMS sambil jalan. Pengemudi angkot tak mau kalah set, halo-halopun sambil 'nyetir'.
Ada pengalaman menarik, setelah sekian lama tak bepergian jauh dengan kendaraan umum, hari Rabu yang lalu ada stiker yang menempel di dinding sebuah bus AKAP yang berbunyi "demi keselematan, laporkan bila sopir bus memakai HP selama dalam perjalanan ke nomor 0815xxxxxxx", ternyata baru saja jalan keluar terminal sudah 'halo-haloan'.
Pengalaman saat pulang ke Purworejo tiga tahun yang lalu, sepulangnya dari Purworejo menuju Bogor dengan bis Sumber Alam AC Bisnis, sering sekali sang 'pilot' mendapatkan telepon. Karena saya duduk di bangku terdepan sebelah kiri, kutangkap sekilas dari nada bicaranya sang 'pilot' kalau dia sedang 'yang-yangan'.
Setali tiga uang alias sami mawon dengan pengguna kendaraan bermotor roda dua, dengan santainya bak di ayunan tepi pantai berhalo sambil ngethir montor. Kadang dengan handset di tempelkan di helmet.
Sama juga dengan para pejalan kaki yang dengan asyiknya berhalo-halo sambil menyeberang jalan.
Padahal jika menyadari hal itu, bahaya yang mengintip sangat besar peluang terjadinya kecelakaan, yang akan merugikan semua pengguna jalan.
Jika kita tidak hati-hati dan bijaksana-bijaksini teknologi ini bisa seperti pisau bermata dua. Sudah banyak korban akibat kelalaian penggunaan alat komunikasi ini.
Teknologi Ponsel saat ini penyebaran sangat luar biasa. Dengan bentuk layanan bervariasi, baik teknologi operator selulernya maupun teknologi fitur-fitur handsetnya.
Bahkan, perangkat komputer dengan kelebihannya sudah bisa di katakan tergantikan dengan Ponsel yang ‘High End’.
Kembali ke belakang, perkembangan ponsel yang sempat di ingat adalah:
Era 90an, pemakai teknologi ini masih terbatas pada pebisnis, dengan ciri pemakai yang mobile sehingga setiap saat bisa di hubungi dari manapun. Harga sebuah kartu perdana saja harus merogoh kocek dalam-dalam, apalagi harga handsetnya.
Era 2000, sudah tidak menjadi monopoli para pebisnis, tapi sudah menyebar ke segala lapisan masyarakat, sampai tingkat yang paling bawah. Bak kacang goreng, seratus ribu lebih dikit bisa bawa pulang ponsel lengkap dengan kartu perdana.
Sayang, perilaku saudara-saudara kita kadang belum bisa & mau tertib terkait dengan lat ini.
Menurut Anda?
Jumat, 28 November 2008
Messenger News
Berbekal perkenalan dengan Kang Usep (saat itu masih menjadi reporter Radio Elshinta Bogor). Saat ini dia menjadi news Koresponden ANTV Bogor.
Aku ingat betul waktu itu jam 10 malam. Pertemuan malam itu terkesan hangat karena sudah cukup lama aku dan Kang Usep tak bertemu. Aku utarakan maksud dan tujuanku. Berharap ada sesuatu yang bisa aku kerjakan di sela-sela waktu luangku.
Dia kaget, karena sepengetahuannya aku sudah cukup tak perlu kelayapan. Ternyata tidak. Aku butuh kerja sambilan.
Mas, mau makan apa? kata kang Usep. "Tidak, terima kasih" jawabku. Akhirnya Aku hanya pesan Minum jeruk hangat, minuman kesukaanku. Ini bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, karena air jeruk yang ku pesan banyak mengandung vitamin C. Sambil menemani Akang makan nasi pecel ayam, kami ngobrol tentang perjalanan selama ini yang telah terlewatkan. Sedang asyiknya ngobrol, ada telepon masuk ke ponsel Kang Usep. Ada informasi tentang kebakaran di pasar Parung. Gayung bersambut. Kang Usep menawarkan pengiriman gambar yang akan di ambil dikirim malam itu juga melaluiku. Sejenak Aku berfikir, antara resiko dan tanggungjawabku sebagai kepala rumah tangga.
Ku putuskan YA. Inilah kesempatan.
Aku pulang ambil perlengkapan standar jalan malam. Jaket, Mantel, Sepatu, Masker, Sarung Tangan. Juga alat komunikasi ponsel.
Kang Usep selesai liputan ambil berita & gambar, secepat mengemas kaset Mini DV. Kebetulan malam itu ada dua Jurnalis TV. Satu lagi Kang Furqon Munawar kontributor RCTI.
Wah pengalaman pertama ke Jakarta malam hari. Dengan niat untuk mempertahankan hidup dan membaca Bismillah, Berangkat dari Vena Warung Jambu, Bogor sekitar pukul 00. Ada juga rasa dag-dik-duk...., rute yang kuambil adalah jalan raya Bogor-Jakarta via Cibinong, Pal, Pasar Rebo, UKI, MT. Haryono dan Rasuna Said. Jam 01.30 tiba di Gedung Mulia Tower. Aku harus parkir di kuda Jepang di bawah gedung, meninggalkan ID di pos security baru bisa masuk gedung. Walah ternyata kantor redaksi News ANTV ada di lanati paling atas, kalo gak salah lantai 17. Mana gedung itu sepi. Ada rasa ngeri juga naik lift sendiri dan malam-malam. Ini baru satu TV. Bertemu penjaga tamu, kuserahkan hasil rekaman, minta tanda terima dan Aku harus lanjutkan pertarungan malam ini ke Kebun Jeruk.
Rute yang kuambil lewat Rasuna Said putar arah, Mampang, Gatot Subroto, S. Parman, Tanjung Duren, Arjuna Utara, Kebun Jeruk, Perjuangan. Sempat bingung juga jika jalan malam hari. Hanya berbekal penanda daerah tujuan, jika ragu tanya orang yang bisa beri arah jalan. Tiga Puluh menit kemudian tiba di RCTI. Kantor Redaksi tak terlalu tinggi di Gedung ANEX. Kuserahkan Kaset di operator, minta tanda terima, lanjut pulang ke Bogor.
Menyusuri Permata Hijau, Kebayoran, Pondok Indah, Lebak Bulus, Pondok Cabe, Parung dan sampailah di Bogor. Jika tak salah waktu itu pukul 03.20 sampai rumah, Alhamdulillah selamat.
Kunikmati perjalanan malam pertama ke Jakarta dengan asyik plus dek-dek-gan. Suasana jalam malam hari sungguh kenikmatan tersendiri. Apalagi nyaris tanpa hambatan kemacetan. Lampu penerangan jalan yang penerangannya memadai sangat enak, begitu sebaliknya.
Hari berikutnya teman-teman kontributor TV yang lain mulai mengontakku untuk kirim berita.
Perjuangan belum berakhir....,
Rabu, 26 November 2008
Modal tak harus berupa uang, Bung
Dalam dunia bisnis pola seperti sudah biasa, jadi bukan omong kosong. Banyak sekali contoh2 perusahaan besar yang dibangun dengan pola ini dimana ada orang ‘pinter’ yang punya pengalaman dan kompetensi yang kemudian mengajak pemodal untuk masuk di sebuah bisnis baru.Ingat para pemodal juga butuh bisnis baru untuk ekspansi dan mereka cari orang yang punya kompetensi.
Kemampuan kita di sebuah bidang dan kemampuan memasar jasa kita, bisa kita jual dan kita akan dihargai saham. Biasanya kita bisa diangkat general manager atau direktur di bisnis baru itu. Kalau untuk besarnya saham kita, tergantung negosiasi, namun biasanya tak lebih dari 20%. Yang terbesar tetap pemodalnya. Tapi sebagai sebuah step memulai berwirausaha, itu sudah sangat bagus. Sebenarnya cara inilah yang menjadi rahasia kenapa di kemudian muncul group-group besar besar yang punya bisnis bermacam-macam. Sehebat2-nya konglomerat atau pengusaha besar pasti tak akan tahu detil semua bisnisnya yang digarap. Tapi ia punya para tangan kanan yang ahli di masing-masing bidang itu. Biasanya, ketika akan masuk di sebuah industri baru, big boss mengangkat seorang yang ahli dan pengalaman di bidang itu, kemudian diangkat jadi CEO atau GM dan dikasih saham gratis.
Pemberian saham ini juga menjadi cara agar mereka punya sense of belonging.Kawan bisa juga bisa melihat contoh-contoh lain orang yang punya keahlian lalu menjual ide ke pengusahanya dan dihargai saham seperti ini. Orang ini lalu diberi saham 15% di perusahaan pakan ternak besar, karena mendirikan dan menset up bisnisnya dari nol. Padahal tidak setor modal, hanya memberikan kompetensinya.
(Catatan: Kisah sukses pengusaha lelang ini selengkapnya bisa kawan2 lihat di buku laris terbitan Gramedia Pustaka Utama, “10 Pengusaha Yang Sukses Membangun Bisnis dari 0 ” disusun Sudarmadi)
Kamis, 13 November 2008
Berjuang di Jalanan
Setelah hampir 7 tahun membuka dasaran di pinggir jalan 'PKL', dan terlena akan kenyamanan Aku terlena akan setiap ncaman yang mengintip. Pernah seorang kawan memperingatkan hal itu. Hanya ku tak ngeh.
Perda No. 13 tahun 2006 salah satunya adalah melarang semua pedagang kaki lima di Kota Bogor menempati jalur hijau, lingkungan sekolah, lingkungan tempat ibadah, perkantoran pemerintah.
Inilah awal mulai runtuhnya usaha yang sudah ku bangun 7 tahun.
Usaha menjual koran eceran di depan Plaza Jambu Dua, Kota Bogor yang ku geluti pertengahan tahun 1999 sebelum aku nikah, terncam gulung tikar.
Betul, setelah lapak di gusur, kredit motor baru setahun. Padahal cicilan tiap bulan 608 ribu, bayar kontrakan, bayar anak sekolah, uang belanja dapur, semua bergantung dari situ.
Banyak teman se profesi yang terancam kolaps. Teman-teman Agen dan penyalur media cetak di Bogor menggalang solidaritas. Di antaranya adalah :
Kang Asep, Kang Ferry, Kang Herri, Bang Lasian, Mas Anam, Bang Joni. Mereka datang ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bogor di mediasi oleh teman-teman pers yang bertugas di Kota Bogor.
Hasilnya? Kami mendapat rekomendasi untuk melakukan kunjungan ke Kota Gudeg, melihat aktifitas teman-teman pedagang produk Media. Segala bentuk biaya di tanggung oleh Anggota Dewan dan penerbit media (Radar Bogor, Media Indonesia, Sindo, Kompas, Republika, Pikiran Rakyat, Rakyat Merdeka, Tempo dan lain-lain). Mengunjungi lapak-lapak, bursa media cetak, kantor perwakilan media, diskusi dengan teman-teman agen di Jogja.
Beberapa minggu kemudian kami bergerak dengan target mengumpulkan semua penerbit yang turut 'menikmati' pasar media cetak di Kota Bogor.
Bertempat di Aula PPIB, acara di laksanakan. Beberapa perwakilan dari penerbit datang.
Diskusi hanya menghasilkan beberapa kesepakatan yang nyaris tidak menyelamatkan nasib para penjaja media. Hanya saja konflik kepentingan di antara penerbit membuat kami harus melupakan hal ini. Kami menyadari, kami bukanlah siapa-siapa, hingga bila para penerbit ambil sikap seperti itu, kami harus tetap berjuang dengan cara kami.
Rabu, 12 November 2008
Khasiat Mengkonsumsi & Menyimpan Madu
2. Mengurangi resiko penyakit darah tinggi
3. Membantu penyembuhan penyakit maag, lever, dan asma.
4. Meningkatkan daya tahan tubuh.
5. Menghilangkan rasa mual.
6. Membantu regenerasi sel ( menghambat penuaan dini, penyembuhan luka dan mencegah kepikunan )
7. Membantu peranakan bagi Ibu hamil
Setelah mengetahui berbagai macam khasiat dan keajaiban madu, tentu kita akan merasa sayang sekali jika makanan ini sampai rusak karena kita salah menyimpan. Madu sebenarnya makanan yang tahan lama dan tidak akan rusak selama tahunan, bahkan pernah ditemukan madu Mesir yang sudah berusia 5000 tahun dan kualitasnya masih baik.
Yang membuat madu menjadi rusak adalah kandungan air di dalam madu, dan sifat madu yang hidroskopis ( menarik air) sehingga membuat madu jadi gampang bereaksi dengan lingkungan sekitar atau mengalami fermentasi.
tiga hal pokok dalam menyimpan madu :
1. Simpan di wadah yang terbuat dari kaca, dan tertutup rapat.Jika menyimpan madu di wadah yang mengandung logam atau plastik, ditakutkan asam pada madu akan bereaksi dengan wadah dan menjadi racun jika dikonsumsi. Menutup wadah rapat-rapat untuk mencegah madu menyerap uap air dari lingkungan ( sifat hidroskopis ), karena madu sendiri sudah mengadung air sekitar 10-20% (standart FAO).
2. Simpan di tempat yang kering, dengan suhu ruangan 10-27 derajat Celcius.
Karena sifat hidroskopis, maka madu bisa menyerap uap air di lingkungan dan menyebabkan madu terfermentasi dan menghasilkan alkohol. Menyimpan madu di lemari es bisa menyebabkan madu menjadi beku dan merusak beberapa enzym penting yang berguna bagi tubuh.
3. Hindarkan dari tempat yang terkena cahaya matahari atau panas.Terkena cahaya matahari atau panas bisa membuat zat anti bakteri menjadi rusak.
Bagian yang paling penting dalam konsumsi madu adalah memilih madu yang berkualitas. Pada dasarnya semua madu adalah asli, tapi untuk menentukan kualitas madu, harus dilakukan penelitian di laboratorium.
Bagaimana Memilih Madu?
Kebayakan orang salah kaprah dengan mitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang cara memilih madu. Misalnya tentang semut tidak suka madu. Mitos ini salah, karena ada gula ada semut. Semut tidak akan suka dengan madu apabila madu tersebut sudah menjadi asam atau terfermentasi.
Berikut ini beberapa tips yang benar dalam memilih madu:
Kental, tidak berbuih, dan rasanya manis.
Tingkat kekentalan madu tergantung pada kadar air dalam madu. Menurut FAO ( organisasi pangan PBB ), kandungan air dalam madu yang bagus maximum 20%. Jika madu tersebut berbuih, artinya madu tersebut terlalu lama dibiarkan di wadah terbuka dan mengalami fermentasi. Dan seringkali rasanya menjadi sedikit asam.
Tidak tembus ketika ditetesi ke atas kertas koran
Madu yang bagus memiliki kekentalan yang tinggi dan kandungan air yang sedikit. Sehingga madu tidak akan menembus kertas koran. Tapi gula aren yang dipanaskan juga memiliki kekentalan seperti madu.
Coba bandingkan gula dan madu yang dipanaskan. Larutan gula akan berbuih banyak seperti air mendidih jika dipanaskan. Sedangkan madu menghasilkan gelembung-gelembung udara yang membesar lalu meletus jika dipanaskan.
Madu tidak mengering jika dijemur
Oleskan sedikit madu pada tangan, lalu jemur di terik matahari. Madu asli yang tidak bercampur larutan gula tidak akan menjadi kering. Sedangkan madu campuran akan membentuk lapisan kerak gula yang menempel di tangan
Selamat mengkonsumsi madu, semoga sehat selalu meyertai anda!
Jurus Negosiasi
sampai masalah pribadi menghambat proses negosiasi yang sedang
berjalan. Tak heran perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai tim
negosiasi yang terdiri dari beberapa orang dengan keahlian
berlapis-lapis. Dengan begitu, tidak akan pernah terjadi konflik
pribadi dengan proses negosiasi. Selalu mengacu pada tujuan utama negosiasi. Apa hasil akhir yang kita inginkan dalam negosiasi ini? Bukan masalah menang atau kalah,
apalagi sampai menjatuhkan lawan. So, tetap berkepala dingin dan
jangan pernah terpancing dengan emosi atau ego mau menang sendiri.
Berikan alternatif win-win solution pada lawan. Selalu fleksibel
selama negosiasi agar terhindar dari jalan buntu. Persiapkan beberapa
solusi alternatif yang diprediksi bisa menciptakan kondisi saling
menguntungkan bagi lawan.
Selesaikan proses negosiasi dengan cepat dan tidak bertele-tele.
Hindari faktor-faktor yang bisa melelahkan lawan seperti proses
negosiasi yang terlalu lama, tempat negosiasi yang tidak kondusif,
dll. Karena faktor-faktor tersebut cenderung membuat lawan jadi
emosional dan berbalik menekan kita.
Riset, riset dan riset. Hal terpenting dalam negosiasi sering
berkaitan dengan etika dan budaya. Negosiator ulung selalu melakukan
riset untuk mengetahui karakter lawannya. Apa latar belakangnya,
kebiasaan, hobi, kesukaan, dll. Terbukti bahwa kebanyakan kontrak
besar bisnis dimenangkan bukan di meja rapat, tapi di lapangan golf,
kapal pesiar atau restoran.
Berbagai sumber
